Minggu, 24 Mei 2015

Berburu Tikus

Masih tentang rumah.Tapi kali ini fokusnya berbeda.Kali ini tentang dua jenis hewan yang sama namun berbeda ukuran dan sama-sama bikin saya naik darah.
Awalnya ketika saya pindah ke rumah ini, memang sih populasi hewan ini sudah tak diragukan lagi keberadaannya.Di kamar, di dapur, di ruang tamu.Pokoknya disegala tempat.Tapi suamiku yang keren itu, seperti biasa kalau lagi rajin, telah membasmi tikus-tikus itu.Sayang, baru seminggu hewan itu mulai bertamu di tempat cuci piring.Melahap sisa makanan.Dan paling jengkelin adalah menjilat-jilat piring yang sudah dicuci.Alhasil saya harus mencuci dua kali.Lalu segera menaruh piring-piring di rak piring.
Tidak hanya itu, tikus-tikus itu mulai melancarkan aksi barunya.Membuang kotoran di sudut-sudut dapur.Rasanya mau mengamuk saja.Belum lagi, mereka sudah berani untuk berjalan-jalan di ruang tamu dan juga salah satu kamar yang tidak digunakan.Kalau tikus yang besar di tempat cuci piring ... tikus kecil dilemari ... memakan kayu lemari dan pintu.Aghhhhhhh.Akhirnya saya berinisiatif mencari cara memusnahkan tikus di geogle.😕1.Mengkudu 2.daun Mint dan durian.Itu bahan alami mengusir tikus. .sayang bahannya lagi tidak ada.Mengkudu depan rumah lagi tidak berbuah, smentara musim durian sudah berlalu.
Akhirnya saya memutuskan untuk membeli racun dan lem tikus saja.
Racun tikus merk "Dora" sudah saya taburkan di titik-titik rawan.Saya sangat berharap besok bisa melihat bangkai-bangkai tikus itu.Namun saya pesimis, pasalnya setelah berjam-jam saya perhatikan.Butir'butir rancun tikus tak juga berkurang.Mungkinkah tikus -tikus sudah mulai pandai dan mampu mendeteksi kandungan racun pada rincian dora. Karena pesimis, akhirnya saya menggunakan alternatif kedua memasang perangkap lem merk gajah.Kalau lem ini, dulu sempat saya gunakan waktu masih di biaya yang dulu dan ampuh.Entah sekarang masih ampuh atau tidak.Jadilah saya menemukan kardus-kardus bekas dan memotongnya beberapa bagian, lalu melumurinya dengan lem.Setelah itu saya taruh potongan ikan kering di tengahnya.Kemudian saya letakkan lem itu di dekat lubang persembunyian dan lubang yang biasa dilewati tikus.Tidak puas dengan kardus-kardus saya mengambil piring bekas dan melakukan hal yang sama.
Setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut, saya masuk di kamar.Membayangkan tikus-tikus tersebut akan melengket ketika memakan umpan. Waktu berlalu, saya keluar dari kamar.Betapa terkejut dan kcewanya saya.Ketika melihat kardus berlem..sudah pindah tempat namun tidak seekor hewanpun tertempel.Saya menemukan perangkap lain, juga sudah bergeser dan bahkan sudah tebalik..lemnya sudah menempel di lantai.Dan jangan tanya semua umpan sudah habis.Begitu pula yang di dapur dan tempat cuci piring hanya umpannya yang ludes, tikusnya tidak terjerat lem.Saya kecewa 😥😦😦😦.Besok dilanjut lagi pemburuannya.Dan semoga besok ada hasilnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar